[FF] Me, Myself, and Time Part 14

Standard

Title      : Me, Myself, and Time Part 14

Image
Author  : @dee_9576
Genre   : Straight, Romance, Angst
Rating   : PG-16
Casts     : Kim Jaejoong, Shim Changmin, Park Taehyo,  other DBSK members, and random k-idols
Length  : Chapters
A/N      : Sorry lama update. Ga sempet soalnya hehe. Thanks buat para readers! 😀
Chapter 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8a | 8b | 9a | 9b | 10a | 10b | 11 | 12a | 12b | 13 | 14

Propose Her

Standard

Title: Propose Her (sekali lagi, saya bermasalah dengan pencarian judul)

Cast: Han Shinbi, Kim Kyoung Jae aka Eli

Genre: AU, Romance hahaha

Rating: PG

Length: Ficlet

 

Cekiprot!

Author’s Pov

Lengkingan alarm dari jam weker bemotif sederhana yang bertengger di meja nakas di samping ranjang single size satu-satunya di ruangan itu membuat penghuni ranjang bangun dari tidur nyenyaknya. Ia bangkit mengadap ke arah meja. Dalam keadaan di ambang dunia nyata dan dunia mimpi, tangannya meraih-raih benda berisik di atas meja, setelah berhasil digapai, alarmnya memang dimatikan, namun sejurus kemudian ia kembali bergumul dengan bantal, guling dan selimut.

Shinbi, nama gadis itu mencoba untuk tidur kembali, namun belum berapa menit ia siap untuk berlayar, satu gangguan lagi membatalkan niat tidur sehariannya.

Ponsel flip biru muda miliknyamenjerit-jerit dengan volume yang disetting paling kuat tepat dari bawah bantal dimana telinga Shinbi menempel.

Boss calling’

  Read the rest of this entry

Loveless Part 1

Standard

Loveless

author: @seoeunkyung

Cast: Choi Seunhye, Cho Kyuhyun, Lee Jinki, Seo Jinae

Genre: Romance (selalu =.=)

Rating: SU

Poster goes to Shinbi onnie  😀

 

 

Take a look.. ^^

Part 1

Ding dong ding dong..

“Peserta olimpiade sains Seoul harap berkumpul di ruang audio visual. Terima kasih atas perhatiannya.”

Suara milik seorang guru menggema dari speaker-speaker di ruang kelas, lorong-lorong dan segala penjuru sekolah.

Choi Seunhye, siswa kelas 10 A Chansik SHS, bersorak dalam hati karena pengumuman itu telah menyelamatkannya dari Kim Songsaenim yang berburu mencari mangsa untuk mengerjakan soal di papan tulis, yang dipastikan oleh anak berotak standar seperti Seunhye, ia hanya bisa menulis soal di papan tulis, kemudian memandangi soal itu begitu saja seraya mendengar perkataan-perkataan menjengkelkan Kim songsaenim. Ia membungkuk meminta izin pada songsaenim itu sambil tersenyum diam-diam.

Read the rest of this entry

[Chapter 5] Truth or DARE?!

Standard

Author : Choi Seunhye

Main Casts : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Lee Sungmin

Other Casts : Kim Ryeowook, Kim Joongwon, Kim Heechul, Kwon Yuri, Im Yoona, Park Jungsu a.k.a Leeteuk

T, Romance, Friendship, AU

anneyeong *lambai tangan*

Seunhye imnida! Mian telat ngepost! Listrik mati terus >_<

Chapter kali ini bakal ngejawab pertanyaan kenapa Ryeowook marah waktu Sungmin mendapat dare Yuri. Hahaha

Don’t be A SILENT READER!

happy reading ^^

previous chapter :

chapter 1 | chapter 2 | chapter 3

chapter 4

Cerita lalu

“Sungmin imnida…,”kata Sungmin. Seohyun tersenyum.

xxx


Seohyun’s POV

Kepalaku berat. Lututku juga. Tapi, aku dimana ya?

Aku berusaha membuka mataku yang juga terasa berat entah karena apa.

“Nggg…,”aku membuka mata dan…. “KYYYYAAAAAAAA!!!!!”

Brrakk! Plakkk!!!!

Aku langsung bangkit berdiri dan ngos-ngosan. Terkejut melihat muka Sungmin Sunbae yang pertama kali aku lihat. Dia sudah ngapain aku?! Aku lihat daerah sekeliling. Sudah gelap. Aku dimana ini? Tunggu dulu… Ini kan di kantin sekolah?!!!

Read the rest of this entry

Me, Myself, and Time Part 3

Standard

Title       : Me, Myself, and Time Part 3

Genre   : Straight, Romance, Angst

Rating   : PG-15

Casts     : Kim Jaejoong, Shim Changmin, Park Taehyo,  other DBSK members, and random k-idols

Length  : Chapters

A/N       : aku tambah POV-nya atas usul dari yang uda comment di chapter sebelumnya. happy reading~ 🙂

 

Chapter 1 | 2 | 3

Taehyo’s POV

“Hyo-ah, mengapa handphone-mu tidak aktif?” Changmin Oppa menoleh padaku.

“Uhm, well, oppa, handphone-ku terbawa oleh teman…” aku menggigit bibir bawahku seraya memandangi pemandangan di sekitarku dan menghirup angin pagi Seoul.

“Kau selalu saja melupakan hal-hal kecil.” Ia berdecak dan tersenyum lembut padaku.

Read the rest of this entry

[Chapter 4] Truth or DARE?!

Standard

Author : Choi Seunhye

Main Casts : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Lee Sungmin

Other Casts : Kim Ryeowook, Kim Joongwon, Kim Heechul, Kwon Yuri, Im Yoona

T, Romance, Friendship, AU

Hana… dul..set! Anneyeong haseo, Seunhye imnida 😀

ada yg bisa nebak gmn cerita dari cover FF kali ini? *denderenggdeng denggg*

hahahaha… komen + saran + kritik DITUNGGU!!!

DON’T BE A SILENT READER!

chapter 1 | chapter 2 | chapter 3

Cerita lalu…

 

“Hati-hati… Menurutku, Seohyun itu lumayan,”kata Sungmin di kelas. Kyuhyun tersenyum mendengar komentar tidak diundang dari chingunya itu.

“Anni~. Cintaku cuman buat Im Yoona seorang,”jawab Kyuhyun dengan pede-nya.

 

xxx

 

“Dekatilah Seohyun…,”kata Yoona kepada Kyuhyun di perpustakaan pagi itu.

 

xxx

 

”Mulai sekarang, kau panggil aku Oppa. Kita kan sudah dekat…,”ucap Kyuhyun yang tersenyum melihat Seohyun yang sudah ada di depannya di taman hiburan itu. Iapun langsung menarik tangan Seohyun dan menggenggamnya. Seohyunpun tersenyum namun kembali mendongak ingin menanyakan sesuatu.

”Oppa.. Bagaimana dengan tawaranku kemarin?”tanya Seohyun. Kyuhyun tidak melihat wajahnya dan tetap menggenggam tangan Seohyun.

”Bisakah kau membiarkan hari ini berbeda sedikit saja dibanding hari-hari yang lain?”tanya Kyuhyun yang membuat yeoja yang ada di sampingnya menatapnya dengan lama.

 

xxx

Read the rest of this entry

[Chapter 3] Truth or DARE?!

Standard

Author : Choi Seunhye

Main Casts : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Im Yoona,

Other Casts : Lee Sungmin, Yesung, Kim Ryeowook, Kim Heechul

Rating : T

Romance, Friendship, AU

hana..dul..set chonun, Choi Seunhye imnida.. ^^

*lambaiantangan*

Anneyeong, aku membawa kelanjutan dari truth or dare yang lalu^^ Maaf kalau baru dipost! Seperti biasa komentar + saran + kritik ditunggu.

previous chapter :

chapter 1 | chapter 2

are you a SILENT READER?!

G.O A.W.A.Y

and also

NO PLAGIATOR!!!

Happy Reading, Readers ^^

Cerita lalu…

“Dare!”kata Kyuhyun dengan semangat.

*

”Ini… Ini ada profil tentang anak tingkat satu yang bukan asal Seoul…,”kata Sungmin menyerahkan selembar kertas yang berisi profil seseorang kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya dan membacanya. Ia menatap Sungmin.

”Jadi?”tanyanya. Sungmin mengangguk.

”Kau harus mendapatkannya dalam waktu dua minggu..,”kata Sungmin sambil tersenyum.

*

”Kau tau Wookie? Si Kyuhun sudah meningkat.. Dia sudah dekat dengan anak itu!”kata Sungmin kepada Ryeowook yang menatap mereka.

”Nde? Bagus juga langkahmu, Kyu!”ucap Ryeowook penuh semangat. Kyuhyun mengangguk.

”Tapi, hati-hati, Kyu… Menurutku Seohyun itu lumayan..,”kata Sungmin sambil menepuk-nepuk lembut pundak Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kearahnya.

”Tenang… Cintaku cuman untuk Im Yoona seorang…,”kata Kyuhyun sambil senyum-senyum menatap daerah luar kelas melalui jendela kelasnya.

*

”Jadi?! Kau dengan Heechul pacaran?”tanya Kyuhyun kepada Yoona. Yoona menatapnya dengan rasa yang tidak bisa ditebak sambil mengangguk. Kyuhyun menatap Heechul yang sudah tersenyum-senyum sinis dan dengan cepat pergi meninggalkan kantin itu.

 

xxx

 

”Yoona… Yoona…,”panggil Seohyun di perpustakaan itu. Yoona melihat kearahnya.

”Soal kemarin itu… Kita batalkan saja?”tanya Seohyun. Yoona menggeleng.

”Annio~. Sudah setengah jalan… Teruskan saja!”kata Yoona.

*

”Sunbae…,”panggil Seohyun saat ia berjalan berdua dengan Kyuhyun setelah pulang sekolah. Kyuhyun menatapnya.

”Kalau Sunbae mau, aku bantu Sunbae kembali dekat dengan Yoona. Bagaimana?”tanya Seohyun yang membuat Kyuhyun melongo.

 

xxx

Read the rest of this entry

[Chapter 2] Truth or DARE ?!

Standard

Author : Choi Seunhye

MainCasts : Cho Kyuhyun, Seo Joo hyun, Kim Joongwon a.k.a Yesung, Kim Ryeowook, Lee Sungmin

Other Casts : Im Yoona, Kim Heechul

Chapter : chapter 1

Romance, Friendship, AU

hana..dul..set chonun, Choi Seunhye imnida.. ^^

*lambaiantangan*

Anneyeong, aku membawa kelanjutan dari truth or dare yang lalu^^ Maaf kalau baru dipost! Seperti biasa komentar + saran + kritik ditunggu.

are you a SILENT READER?!

G.O A.W.A.Y

and also

NO PLAGIATOR!!!

Happy Reading, Readers ^^

Read the rest of this entry

[Oneshot] Hati Yang Biru

Standard

Title: Hati Yang Biru
Author: Choi Young Il
Main Casts: Seo Eunkyung, Choi Minho
Other Casts: Choi Sooyoung, Krystal Jung, Junsu (2PM)
Rate: G
Length: oneshot

Sore itu, aku dipanggil oleh temanku yang super jangkung, Choi Soo Young , “Ya, Eunkyung-ah! Sampai kapan kau mau di situ? Jibe gaja!” teriakannya membuyarkan lamunanku. Aku sewaktu itu sedang memandang orang yang kusukai lewat jendela kelas kami, Choi Minho, seniorku yang dua tahun lebih tua dariku sekaligus seorang MVP dalam tim basket sekolahku. Aku sudah menyukainya sejak setahun lalu saat aku bertemu dengannya di sebuah cafe tempatku bekerja sambilan. Dia terlihat sangat sempurna bagiku. Mungkin dia memang tidak terlalu cakep, tetapi dia sangat baik, rendah hati, pintar, dan ramah dengan semua orang. Dia bermain basket dengan kerennya sampai-sampai mataku terpaku dan tidak menyadari keberadaan sahabatku itu. Aku sudah menceritakan semuanya kepada Sooyoung sehingga ia bisa mengerti mengapa aku bengong dari tadi. Kami baru saja selesai rapat OSIS.
“I-iya! Sori lama! Gaja!”, seruku pada sahabatku itu. Fuh..akhirnya kami bisa pulang juga. Sudah sore sekali dan sudah sejak masuk sekolah jam 11 siang tadi kami disini sampai-sampai aku sangat bosan disini. Ingin rasanya aku cepat-cepat sampai di rumah dan merebahkan tubuhku di tempat tidurku yang sangat nyaman itu.
Lalu sahabatku itu pun berjalan mendahuluiku menuruni tangga yang sangat sepi di sekolah kami itu. Aku mengikutinya dari belakang. Tiba-tiba ada sesuatu yang mendorong pundakku dengan kasar. Aku kehilangan keseimbanganku. Aku jatuh ke arah depan sampai jatuh menimpa Sooyoung. Ugh! Sakit!! Sooyoung yang ikut jatuh terduduk di tangga pun berteriak,” Astaga, Eunkyung! Kamu kenapa sih kok bisa sampai jatuh?! Sakit tahu!”
Sesungguhnya aku pun juga sangat kaget dan syok. Siapa yang tadi mendorongku? Sepertinya tadi tidak ada orang selain aku dan Sooyoung karena kami memang telat pulang. Dengan leherku yang agak keseleo, aku berusaha mendongak ke atas tangga, ingin melihat siapa yang tadi mendorongku. Tidak ada seorang pun di sana. Masa aku tadi tersandung sendiri? Aku sangat yakin bahwa tadi ada orang yang mendorongku jatuh dari tangga. Beruntung sahabatku itu tidak terluka, hanya ada sedikit goresan pada lututnya. Tetapi lukaku cukup parah. Lutut dan tulang kering ku terkelupas kulitnya dan di sekitar pahaku agak membiru. Selain itu, leher dan pergelangan kakiku keseleo sehingga aku agak kesulitan berjalan. Ah.. Neomu apa! Sooyoung pun membantuku berdiri pelan-pelan. Seluruh badan ku sakit-sakit sampai rasanya aku tidak bisa berjalan lagi.
Kami berjalan pulang melewati lapangan basket dimana Minho sunbae berlatih basket dengan teman-temannya tadi. Kebetulan saat kami lewat, mereka sedang istirahat. Dia terlihat sangat berkeringat. Melihatku berjalan terseok-seok dibantu oleh sahabatku, ia berlari kecil menghampiri kami dengan muka khawatir. “Loh, Eunkyung? Kamu kenapa? Lukamu parah sekali.”, ucapnya dengan nada penuh kekhawatiran. “Aku nggak apa-apa kok, sunbae. Tadi jatuh dari tangga,” jawabku. Aku tidak tahu harus bicara apalagi sehingga kujawab dengan singkat. Lalu Minho menawarkan, “Nanti kamu pulang dibonceng Sooyoung kan? Neomu wihomhae. Sebaiknya kamu ikut mobilku saja. Nanti kuantar pulang. Eoddae?”.
Syoo pun menimpali dengan nada bicara yang iseng,” Jadi aku pulang sendirian nih? Aku kan terluka juga. Antarkan aku juga dong.. Masa cuma Eunkyungie saja sih?”
“Eh.. iya ya.. Mianhae, Sooyoung. Habis kamu tidak terlihat terluka sih. Mau ikut?”
“Hehehe. Bercanda. Kalau aku ikut motorku dikemanakan dong? Ya sudah. Hati-hati ya, Eunkyung ah, Minho sunbae.”
Hufff.. Temanku yang satu ini emang iseng. Tapi aku senang juga ditawari untuk pulang bareng sama orang yang kusukai. Dia memang baik. Sepanjang perjalanan pulang kami mengobrol dengan santai. Aku pun tidak tahu aku harus merasa beruntung atau tidak karena terjatuh. Sampai-sampai Minho pun membantuku berjalan sampai ke dalam rumah karena sulit untukku untuk berjalan sendiri. Jujur, aku senaaaaaang sekali! Tapi yang masih menjadi misteri adalah, siapa yang tadi mendorongku?

***

Esok harinya, pelajaran pertama di kelasku adalah olahraga. Oh,sial! Aku tidak bisa mengikuti pelajaran favoritku karena luka sial ini! Syoo mengikuti kegiatan olahraga karena ia hanya terluka sedikit kemarin. Alhasil aku hanya bisa duduk terdiam di ruang kelasku di lantai empat sendirian memandangi teman-teman sekelasku yang sedang bermain futsal melalui jendela. Ahh aku ingin bergabung! Tetapi berjalan biasa saja kakiku sudah sakit luar biasa, apalagi berlari-lari mengejar bola?
Berada di kelas sendirian membosankan juga. Karena itu, aku pergi ke perpustakaan yang sudah seperti rumah keduaku. Perpustakaan di sekolahku cukup –bisa dibilang sangat- besar dan banyak rak-rak yang berliku-liku. Kalau dilihat-lihat, jika ada murid baru yang pertama kali datang ke sini dan melihat sampai rak-rak yang cukup dalam, mungkin ia bisa tersesat. Aku sering datang ke tempat ini untuk berkeliling sehingga aku jamin aku tidak akan tersesat. Aku suka membaca buku, walaupun belum bisa disebut sebagai kutu buku. Di perpustakaan sangat sepi, hanya ada seorang penjaga perpustakaan yang sedang sibuk mengurus suatu dokumen di mejanya. Dia terlihat sangat terfokus. Aku jamin bahkan jika ada petir menyambar pun ia tidak akan sadar.
Aku mulai memasuki liku-liku rak di perpustakaan. Aku ingin mencari novel terbaru yang sudah ada, dan aku tahu letaknya ada di sudut perpustakaan ini. Jarang ada orang yang tahu tempat itu karena memang agak sulit ditemukan dan memang murid-murid di sekolahku tidak banyak yang suka membaca novel. Segera aku menuju ke sana dengan langkahku yang agak terseok-seok. Nah, akhirnya sampai juga!
Eh, siapa itu? Kulihat seorang yeoja yang mengenakan seragam senior sedang membaca suatu novel romantis. Dia terlihat sangat cantik dan berkulit putih pucat. Wajahnya bak putri-putri kerajaan dari Cina atau Jepang, cantik sekali. Oh, sunbae itu mengenakan cincin perak yang simpel dan berbentuk hati di tengahnya dan berhiaskan kristal berwarna biru muda. Cincin itu tidak mencolok, tetapi entah kenapa terlihat menarik sekali dimataku sampai-sampai aku terpaku melihatnya. Tetapi mengapa ia ada di sini? Bukannya seharusnya sekarang jam pelajaran? Uh-oh. Aku kebanyakan melamun sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa sunbae itu sudah berada tepat di depanku menghampiriku.
“Annyeong. Kenapa kamu di sini? Bolos?”, tanyanya dengan suara yang sangat lembut.
“Oh aniyo, sunbae. Aku lagi pelajaran olahraga tapi kakiku sakit jadi gak bisa ikut. Jadi aku ke sini, deh. Sunbae sendiri?”
“Aku.. Dikelasku sih memang sedang pelajaran kosong karena gurunya tidak masuk. Orang-orang di kelasku sih sedang main-main. Tapi aku bosan di sana jadi aku kesini deh. Oh ya, jeoneun Krystal imnida.”
“Eunkyung imnida. Bangabge, sunbaenim.”
“ Oh, kamu Eunkyung yang anak kelas 1 SMA itu kan? Kamu kemarin nge-date dengan Minho? Gosipnya sudah ke mana-mana loh..”
“ Apa? Oh ti-tidak.. Gara-gara kemarin ya? Dia hanya mengantarku pulang saja kok. Ngomong-ngomong sunbae siapanya Minho sunbae,ya?”
“Oh, aku yeoja chingu-nya Minho. Syukurlah kalau memang dia tidak selingkuh dariku. Eh, sudah dulu ya. Sepertinya aku harus balik ke kelas dulu. Annyeong, Eunkyung.”
“Eh, jamsiman yo, sunbaenim!”
Aku berlari kecil untuk mengejar Krystal sunbae yang terburu-buru pergi itu. Tetapi ketika aku melihat dibalik rak, sunbae itu sudah menghilang. Sunbae yang misterius… Tapi apa benar yang dikatakan tadi? Minho punya yeoja chingu secantik itu? Jelas-jelas aku tidak bisa menyainginya. Duh, bodoh sekali aku mau merebut namja chingu orang. Apa sebaiknya aku mundur saja? Tunggu, apa sebaiknya kutanya saja nanti kepada Minho sunbae?

***

Waktu menunjukkan pukul 17.30 sore, pertanda bahwa kegiatan belajar mengajar hari itu telah usai. Aku pun langsung pergi ke gedung sebelah yang masih merupakan bagian dari sekolah ini, dimana para senior seumuran Minho sunbae menuntut ilmu. Aku berdiri di depan kelas Minho. Saat keluar kelas, ia langsung menyadari keberadaanku. di sebelah pintu kelasnya. Ia tersenyum dan berkata ,”Oh, annyeong Eunkyungie! Kamu menungguiku ya? mwonga isseoyo?”
“Oh aniya. Cuma ingin mengobrol saja sepulang sekolah. Bagaimana sekolah tadi, sunbaenim?” tanyaku sembari basa-basi yang sangat gak penting. Segera aku menyesali perkataan bodohku barusan. Setelah melamuni kebodohanku, begitu sadar wajah Minho sudah berada sekitar 5 cm dari wajahku. Mau mencium? Sudah pasti bukan. Dia hanya melihat lurus ke mataku, mencoba membaca lamunanku. jantungku berdegup keras sampai-sampai aku takut ia dapat mendengarnya. Aku sangat malu ditatapnya seperti itu sehingga aku refleks mengalihkan pandanganku ke arah lain. Lalu Minho tersenyum geli dan akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku yang aneh dan gugup itu.
“Hahahaha! Aduh, Eunkyung ah! Kamu itu lucu banget sih!” Heh? Aku? Lucu? Maksudmu konyol?, “Kamu itu banget deh. Udah deh, to-the-point aja. Kamu mau nanya apa?”
Argh! Emangnya aku segitu gampangnya ditebak ya? Yah, mungkin sih. Karena aku memang tidak pandai berbicara.
“ Oke oke, aku langsung nanya deh. Ehm.. Sunbaenim punya yeoja chingu ya? Eh.. apakah tidak apa-apa kalau aku mengobrol dengan sunbae? Atau mungkin dia sedang menunggu sunbae di gerbang? Apakah aku….”
“ Eits eits eits.. Tunggu dulu,” potong Minho terhadap pertanyaanku yang membombardirnya ,” Sabar dong. Nanyanya dikit-dikit aja dulu. Pusing nih jawabnya.. Hahaha. Yang jelas sih aku tidak punya pacar,” jawab Minho dengan nada ceria. Namun, beberapa detik setelah ia mengucapkan kata-kata itu, wajahnya sekilas menjadi agak sedih, namun tegar. Tetapi setelah menyadari bahwa dirinya terlihat sedih, ia buru-buru mengganti ekspresinya menjadi ceria kembali dan berkata ,” Memangnya kenapa? Mau mendaftar ya? Silahkan silahkan. Aku bersedia kok, sama kamu. Hehe.”
Bisa kurasakan pipiku memanas karena malu. Aku berkata ,” Ah, sunbae ini.. Tapi, apa benar sunbae gak punya pacar? Tadi sunbae terlihat ragu-ragu.”
“ Benar, kok. Eh, sudah sore nih. Mau kuantar pulang?”
“ Eh, tetapi apa tidak merepotkan?”
“ Tidak kok. Santai saja. Haha. Aku bantu menghubungi Sooyoung deh kalau hari ini kamu gak ikut dia.”
“ Hmm.. Boleh deh. Kamsahamnida, sunbaenim.”
“Cheonmanayo. Ngomong-ngomong, jangan panggil aku ‘sunbae’ lagi deh. Panggil saja Minho. Lagian kita kan sudah cukup akrab.”
“ Oh oke, Minho.”
Lalu aku pun pulang ke rumah dengan perasaan lega.

***

Esok harinya, bel jam pelajaran pertama pun berbunyi. Oh, jam Biologi! Aku sangat takut dengan hasil ujian Biologi yang kemarin-kemarin diadakan. Sudah pasti hari ini akan dibagi! Yah, sebenarnya aku sudah yakin ulanganku akan tuntas, karena memang meskipun aku tidak pintar, aku juga tidak bodoh. Tetapi aku sangat penasaran dengan hasilnya karena sainganku di kelas sangat banyak.
Nah, guru Biologi-ku, Kim Kibum sunsaengnim, mulai membagikan kertas hasil ujian kami. Kim saem mendekati mejaku, kemudian berhenti dan bertanya padaku, “Mengapa nilaimu kali ini jelek sekali, Eunkyung ya!? Apakah kamu ada masalah? Apapun masalahmu, jangan sampai mempengaruhi nilai-nilaimu, ya. Belajarlah dengan baik.” Setelah menyodorkan kertas ulanganku, beliau berlalu menuju meja-meja yang lainnya. Aku hanya bisa terbengong-bengong melihat kertas ulanganku itu. Angka “2” terpampang besar di sudut kanan atas kertas itu. Anehnya, di kertas itu hanya ada empat buah nomor yang terisi, dan jelas-jelas, tulisan itu bukan tulisanku! Jadi, siapa yang menukarkan lembaran ulanganku?
Akhirnya jam istirahat berbunyi. Sooyoung yang duduk jauh di depan bangkuku menghampiri aku yang lagi bete lalu bertanya, “Eunkyung ah, emangnya nilai kamu berapa sih? Kok Kim sunsaengnim ngomong sampai segitunya?”. Lalu aku menjawab dengan malas ,” Tuh, liat aja ndiri,” dan langsung menyodorkan kertas ujian sialku itu. Syoo langsung nyerocos ,” Ya ampun, Eunkyung! Padahal kamu itu bisa dibilang jenius diantara yang jenius dan aku bisa dibilang terbodoh diantara yang terbodoh. Kok nilai aku bisa jauh lebih bagus sih? Yahh.. Sebenernya emang agak-agak curang sih… Yang penting tuntas dehh.. Hehehe.”
“ Tau ah. Lagi bete. Kau juga tahu kan kalo itu bukan tulisan aku? Nyebelin banget kan? Tapi, ya sudahlah. By the way, kamu gimana nyurangin ujian kamu?”
“ Iya iya arayoo.. Aku ngendap-ngendap ke meja Kim saem tadi malem.”
“ HAH?? Kamu semalem ke sekolah?? Honjaseo??”
“ Yaiyalahh… Namanya juga usaha. Hahaha. Aku ganti deh kertas ulangan aku yang asli dengan yang dibuat ulang di rumah. Jadi deh nilai palsu. Plus aku punya kunci serep ruang guru di sekolah ini. Hehe.”
“ Yaelahh.. Dasar!”
Terlihat sedikit ekspresi takut dan ragu dari raut wajah Syoo. Heh? Bukannya dia senang nilainya jadi bagus? Kok sekarang jadi takut-takut? Lalu aku bertanya lagi kepada Syoo ,” Kenapa, Syoo? Takut ketahuan ya? Makanya jangan curang dong!”
“ Oh, bukan itu. Aku cuma agak takut kemarin malam sewaktu aku nyelinap ke sekolah. Hemm.. Aku cerita tapi jangan bilang ke siapa-siapa ya? Janji??”
“ Iya iya janji. Emangnya ada apa sih?”
Sooyoung mulai memasang raut wajah yang serius. Belum pernah ia terlihat seserius ini ,“ Sebenarnya semalam, aku melihat seseorang di ruang musik sebelah ruang guru setelah aku menukar kertas ulanganku. Dia yeoja memakai seragam senior. Dia cantik sekali. Lalu, aku mengikutinya karena penasaran mengapa dia berkeliaran di sekolah malam-malam memakai seragam..”
“ Terus, terus?,” potongku, sangat penasaran dengan yang diceritakan Syoo.
“ Dia berkeliaran di ruang musik dengan cepat sekali. Setelah itu aku melihatnya mengarah memasuki ruang guru. Yeoja itu memasuki ruang guru dengan mudahnya.. Well, tanpa menggunakan kunci serep seperti yang kumiliki! Dan bahkan tanpa memutar kenob pintu! Kau tahu, seperti menembus pintu itu!,” kata Syoo dengan sangat histeris dan ketakutan. Aku tahu temanku yang satu ini suka bercanda. Tapi kali ini jelas-jelas dia sedang tidak bercanda.
“Lalu perempuan itu juga pergi ke meja Kim sunsaengnim dengan tatapan matanya yang dingin dan terlihat agak marah. Entah apa yang dilakukannya mengacak-acak meja Kim saem. Karena takut aku terlihat dan dibunuh lebih baik aku cepat-cepat saja pergi. Untung saja sih aku selamat. Dia kelihatannya memang bukan tipe hantu yang suka membunuh sih. Tapi hantu ya hantu. Tetap saja aku takut.”
Aku terdiam, tidak berkomentar. Aku berada di posisi entah percaya atau tidak. Aku tidak begitu percaya karena aku memang belum pernah melihat langsung dengan mata kepalaku. Tetapi sepertinya Syoo memang benar-benar serius dengan ucapannya. Aku sedikit merinding. Lalu, Syoo pun kembali ceria seperti biasa lagi.
“ Ya sudahlah.. Yang penting aku sukses kan menukar kertasnya. Haha. Aku jajan dulu yah, Eunkyungie. Entar keburu lonceng.”
Aku masih terdiam, terpaku dengan cerita Sooyoung. Aku memang paling takut film horor. Apalagi kalau beneran. Syoo masih belum beranjak dari tempatnya walaupun dia berkata demikian karena mungkin khawatir dengan aku yang ketakutan di tempat.
“ Sudahlah, Eunkyung. Aku aja gak mikirin banget kok. By the way, hantunya gaul kok sepertinya. Soalnya dia pakai cincin yang keren banget. Ada kristal warna biru bentuk hati gitu. Aku juga jadi pengen minta deh sama dia. Eh, aku jajan dulu yah, Eunkyung ah. Neomu baegopa! Annyeong!” kata Syoo sambil berlalu.
Ap, apa?? Cincin hati biru?
Jadi, apa mungkin Krystal sunbae yang menukar kertas ulanganku di ruang guru itu? Sekarang itu bukan masalah lagi. Tetapi mengapa ia mengaku sebagai yeoja chingunya Minho? Dan apakah sunbae itu… bukan manusia??

***

Hari ini sekolah diliburkan karena para sunsaengnim pada rapat apaaa gitu. Oke, gak penting. Yang penting hari ini libur! Yuhuuu! Dan semalam Minho ngajak aku, Syoo, dan satu teman cowoknya, Junsu untuk pergi jalan-jalan ke mall. Yah.. walaupun sekedar jalan-jalan sebagai teman biasa, aku pun sudah sangat bahagia. Well, ini sebenarnya ide jahil Minho yang mau menjodohkan teman baiknya dengan Syoo, yang juga teman baikku. Dan kulihat-lihat, Junsu memang baik dan mungkin akan cocok dengan Sooyoung. Lagipula, aku juga masih punya pertanyaan yang perlu kutanyakan kepada Minho.
Dan begitulah.. Disini aku mengobrol bersama Minho sedangkan Junsu sedang sibuk mendekati Sooyoung. Syoo pun tidak terlihat menolaknya. Aku cuma bisa berharap sahabatku yang satu ini bisa bahagia jika bersama Junsu.
Sehabis kami selesai makan siang dari food court, ternyata kami berjalan terpisah antara aku dan Minho dengan Syoo dan Junsu. Hah? Aku ditinggal sendiri dengan Minho? Tetapi Minho mengedip padaku tanda bahwa ia sengaja memisahkan mereka dengan kami supaya mereka bisa lebih akrab. Aku tertawa geli dengan ide jahilnya.
Karena, sudah tinggal kami berdua, aku memberanikan diri bertanya kepada Minho ,”Minho, sudah berapa kali kamu pernah pacaran?”
Wajahnya terlihat sedih, namun berusaha tersenyum ,”..Hanya sekali yang serius. Kamu mau mendengar ceritaku tentang dia?”
“ Well, jika kau tidak keberatan.”
“Oh, tentu saja tidak.”
Lalu, dia bercerita tentang pacarnya yang dahulu. Ia sangat bahagia saat itu bersamanya. Perempuan itu sangat ia kagumi karena selain cantik, dia sangat periang dan penyayang. Aku pun bertanya mengapa mereka putus. Minho yang lagi-lagi terlihat sangat sedih berkata ,” Kami tidak pernah benar-benar putus. Dia.. mengalami kecelakaan saat menungguiku latihan basket di sekolah. Ia menungguku di ruang musik. Tiba-tiba, rak di dinding atas ruang musik yang dipenuhi dengan alat-alat musik yang cukup berat ambruk, dan sialnya, sewaktu itu ia berdiri tepat di bawahnya.” Ia terlihat sangat terpukul karena teringat peristiwa yang mengenaskan itu. Ia berkata bahwa ia sangat menyesal membiarkannya menunggu di sana. Dan hari itu sebelum latihan basket, ia memberikan sebuah cincin berbentuk hati berwarna biru kepada perempuan itu sebagai tanda peringatan hari jadi mereka waktu itu.
Aku memberanikan diri lagi bertanya ,” Ap-apakah sunbae itu meninggal?”
“Ya, dia tewas seketika. Mungkin kamu tidak tahu karena waktu itu kamu belum masuk ke sekolah ini. Dulu peristiwa ini pernah heboh di sekolah. Tetapi dirahasiakan dari publik karena takut merusak reputasi sekolah.”
Aku menarik napas dalam-dalam dan tidak dapat menghembuskannya lagi karena saking kagetnya. Bukan hanya karena mendengar bahwa ternyata Minho pernah melewati peristiwa sepahit itu, tetapi juga karena ternyata yang diceritakan oleh Syoo waktu itu memang benar adanya. Sunbae itu benar-benar bukan manusia! Dan aku sempat mengobrol dengannya! Dan tunggu, jangan-jangan yang sewaktu itu berusaha menjatuhkanku dari tangga adalah Krystal sunbae? Dan juga kertas ulanganku itu? Ekspresiku jelas-jelas menunjukkan ketakutan. Minho tampak mulai khawatir dengan keadaanku ,”Hei. Kamu baik-baik saja?”
“Minho, sepertinya aku pernah bertemu dengan orang yang kamu maksud.”
“Krystal? Kamu pernah bertemu Krystal?”
“Ya.. Baru-baru ini. Di sekolah.”
“Ah. Jangan bercanda kamu, Eunkyungi. Gak lucu tahu!”
“ Aku serius, Minho! Aku bahkan berbincang dengannya di perpus! Dia berkata bahwa dia adalah yeoja chingumu dan sepertinya dia tidak suka aku berada di dekatmu. Aku bersumpah, Minho. Bahkan Sooyoung pun pernah melihatnya mondar-mandir di ruang musik pada malam hari.”
Minho pun terdiam, tak mampu berkata-kata, seolah-olah tidak percaya bahwa yang kukatakan memang benar. Lalu, ia meminta menemaninya pergi ke sekolah sore itu, jadi kami pamit dulu dengan Junsu dan Syoo melalui handphone. Aku hanya berharap tidak akan ada kejadian yang aneh-aneh sesampainya kami di sekolah.

***

Aku dan Minho langsung pergi menyusuri tangga menuju ruang musik sesampainya kami di sekolah. Terlihat sesosok perempuan berseragam yang sama seperti yang kulihat sewaktu itu di perpus, masih mengenakan cincinnya yang cantik itu. Hanya saja agak berbeda, Dia tidak terlihat seperti manusia kali ini, agak transparan. Ia terlihat sedang memandang melalui jendela ke arah lapangan basket yang kosong. Aku merinding dengan hebatnya. Jujur, meskipun aku bersama Minho, tetap saja aku takut. Terlihat sangat takjub, Minho angkat bicara duluan ,” K-Krystal? Benar itu kamu?”
Lalu sunbae itu pun menjawab ,”Minho? Kamu datang untuk melihatku? Na jaeongmal bogoshipeo,” katanya sambil menghambur ke pelukan Minho, tetapi nihil. Tubuhnya yang transparan hanya menembus tubuh Minho. Tidak dapat menyentuh nya. Kemudian Krystal sunbae menangis ,” Mengapa aku tidak bisa memelukmu seperti yang kita lakukan dahulu? Meskipun aku sudah tiada, aku sangat ingin menyentuhmu lagi,” isaknya.
Berusaha tenang, Minho menjawab ,” Tidak bisa, Krys. Kita sudah tidak bisa bersama lagi. Aku sudah bisa merelakan kepergianmu sekarang. Meskipun awalnya memang terasa sakit, tetapi aku hanya ingin kamu tenang dan bahagia.”
“ Tidak! Kau tidak mencintaiku lagi. Pasti karena yeoja ini kan? Karena dia kan?” kata sunbae itu dengan emosi sambil menunjuk ke arahku. Matanya yang tajam penuh kemarahan terus memandangiku dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Bulu kudukku seketika berdiri. Aku sangat takut.

“ Bukan begitu, Krystal. Aku pun awalnya tidak menyangka bisa jatuh cinta kepada perempuan lain selain kamu. Ternyata, Eunkyung sangat berbeda dengan yeoja lainnya yang berusaha mengejarku terus-menerus. Dia mirip denganmu, dia tegar, dia cerdas. Awalnya dia mengingatkanku akan kamu. Tetapi sekarang aku sadar, aku mencintai Eunkyung sepenuh hatiku, bukan karena bayang-bayangmu dan aku gak mau terus-menerus berlarut dalam kesedihan karena kehilangan kamu. Dan aku pun berkata pada diriku sendiri kalau aku memang harus dapat menerima takdir dan membuka lembaran yang baru.”
Aku sangat kaget. Dadaku berdegup kencang. Ternyata selama ini Minho menyukaiku! Orang yang kusukai selama ini menyukaiku! Kehabisan kata-kata, aku hanya bisa berkata ,” Minho.. Aku..”
Lalu, Krystal sunbae memotong pembicaraanku, ia terlihat tertegun, berkata kepada Minho,” Benarkah itu? Bolehkah aku percaya kepadamu?”
“Ya, Krystal. Aku mencintai Eunkyung,” jawabnya dengan lembut, sambil menatap mataku. Aku bisa melihat ketulusan dibalik matanya yang berwarna coklat tua itu. Kalau aku adalah es krim, pasti saat itu aku meleleh seketika.
Sunbae itu melembut lalu berkata ,”Sebelumnya, aku mau minta maaf kepada Eunkyung. Sebenarnya, akulah yang waktu itu mendorongmu dan mengganti kertas ulanganmu. Dan Minho benar, kamu sangat tegar dan tidak pernah menyalahkan orang lain atas apa yang menimpamu.”
Aku menjawab dengan tulus ,” Tidak apa-apa kok, sunbaenim. Aku bisa mengerti.”
Krystal sunbae pun berpaling lagi ke arah Minho sambil melepas cincinnya dan menaruh cincin itu ke atas tangan Minho ,” Berarti aku tidak berhak lagi memiliki cincin ini. Berikanlah kepadanya, Minho. Dia berhak memilikimu. Aku berharap kalian berdua bisa berbahagia bersama,” katanya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Krystal sunbae tersenyum lembut lalu menghilang dari sana.
Minho pun berpaling padaku. Mukanya merah padam. Baru kali ini aku melihatnya begini. Dia berkata dengan gugup,” Kamu shock, ya? Tidak ada lagi yang perlu kamu takuti.” Sepertinya nyalinya yang membuatnya dapat mengucapkan kata-kata manis seperti tadi menguap entah kemana.
“Aku baik-baik saja, kok,” jawabku singkat. Kepalaku tidak dapat dipakai untuk berpikir lagi. Tanpa pikir-pikir, bibirku langsung menyerocos
,” Apa benar yang kamu katakan tadi? Kamu mencintai aku?”
“Eh… Sepertinya tadi aku ngomong banyak sekali ya. Ya apa saja yang kamu dengar tadi, itulah kebenarannya,” kata Minho malu-malu, lalu berkata lagi dengan serius sambil berlutut dihadapanku ,”Nan neol saranghae, Eunkyung. Dan aku tulus terhadapmu. Dan aku berjanji aku akan menjagamu dengan baik sampai kapan pun. Kau mau kan, jadi yeoja chinguku?”
Mendengar kata-katanya, aku menangis terharu dan hanya bisa mengangguk-angguk bodoh. Lalu Minho menyematkan cincin biru perak itu di jari manis kiriku dan kemudian memelukku dengan erat dan berkata ,” Uljima, Eunkyungie. Aku akan menjagamu dengan baik mulai dari detik ini dan aku tidak akan melepasmu begitu saja.”
Sambil terisak, kujawab ,” Ini tangis bahagia, Minho. Aku sudah menyukaimu dari dulu. Aku sangat tidak menyangka kamu pun berpikir demikian. Ini seperti mimpi, mimpi yang sangat indah sampai-sampai aku gak mau bangun lagi.”
“ Apa perlu kubuktikan kalau ini bukan mimpi?”
Kemudian Minho pun menciumku dengan sangat lembut dan penuh cinta. Rasanya benar-benar seperti terbang ke angkasa! Saat ia sudah melepas bibirnya dari bibirku, dia pun mengajakku pulang. Aku sangat bahagia sampai-sampai aku tidak bisa berhenti tersenyum. Aku hanya bisa memohon kepada Tuhan agar Krystal sunbaenim bisa bahagia di alam sana dan agar aku diizinkan untuk mencintai Minho selamanya. Hanya Minho seorang.

-Selesai-

Me, Myself, and Time Part 2

Standard


Title       : Me, Myself, and Time

Genre   : Straight, Romance, Angst

Rating   : PG-16

Casts     : Kim Jaejoong, Shim Changmin, Park Taehyo,  other DBSK members, and random k-idols

Length  : Chapters

A/N       : Sorry updatenya lama haha 😛

As an apology, aku buat chapter 2 nya panjang kkk~ XP

Ini part tercepat  yang aku buat, cuma 6 jam haha, walaupun mungkin bagi author” lain ini termasuk lama >.<

Happy reading, readers ^o^

Chapter 1 | 2

“Oppa~” aku mengguncang badannya.

“Ng..” ia menutup matanya dengan kedua tanggannya, menolak untuk bangun.

“Oh geez, seriously oppa~!!! Bangun!!!!” aku kembali mengguncang badannya.

“Hm…”

Oh yeah, sekarang ia malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.

“Changminnie oppa~!!!!!” Aku menarik selimut itu hingga memperlihatkan dirinya yang hanya memakai kaos oblong putih dan celana boxer saja.

Read the rest of this entry